Mobil Listrik di Medan

Dari Kekhawatiran hingga Solusi, Komisaris PLN Berdialog dengan Pengguna Mobil Listrik di Medan

NENEWS.CO.ID, MEDAN – Tujuh bulan menggunakan mobil listrik membuat Rudy semakin merasakan kenyamanan dan efisiensi berkendara. Namun, ada satu kekhawatiran yang masih menghantuinya ketika hendak melakukan perjalanan jauh, yakni sulitnya menemukan tempat pengisian daya di lokasi tujuan. Kekhawatiran tersebut disampaikannya langsung kepada Komisaris Independen PT PLN (Persero), Prof. Dr. Ali Masykur Musa S.H., M.Si., M.Hum., saat berbincang santai di lounge Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Medan, Sabtu (31/10).

Percakapan hangat tersebut berlangsung di sela kunjungan Ali Masykur untuk meninjau fasilitas SPKLU PLN UID Sumatera Utara. Tidak sekadar memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya, ia juga menyempatkan diri mendengarkan pengalaman dan aspirasi pelanggan yang telah beralih menggunakan kendaraan listrik.

Dalam perbincangan tersebut, Ali Masykur menanyakan kekhawatiran yang masih dirasakan Rudy selama menggunakan mobil listrik.

“Kalau perjalanan jauh, yang saya takutkan itu apakah di tempat tujuan nanti ada SPKLU atau tidak. Takutnya sampai di sana tidak ada tempat mengecas,” ungkap Rudy.

Meski demikian, Rudy mengaku tidak menyesali keputusannya beralih ke kendaraan listrik. Ketika ditanya mengenai alasan memilih mobil listrik, ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut berangkat dari kesadaran pribadi setelah mempertimbangkan kemudahan penggunaan, kenyamanan, dan efisiensi biaya operasional.

“pakai ev dari kesadaran sendiri, saya lihat dan hitung lebih hemat. Jadi saya beralih ke mobil listrik. Ternyata setelah digunakan, lebih nyaman, enak, dan lebih efisien,” tuturnya.

Pengalaman Rudy menggambarkan bahwa kenyamanan menggunakan kendaraan listrik perlu didukung dengan kemudahan akses pengisian daya, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Ketersediaan infrastruktur dan informasi lokasi SPKLU menjadi faktor penting dalam meningkatkan rasa aman serta kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, menjelaskan bahwa PLN terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik dengan memperluas infrastruktur pengisian daya. Hingga 31 Oktober 2026, sebanyak 145 unit SPKLU telah tersedia di 116 lokasi yang tersebar di Sumatera Utara, untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik.

“Kami memahami bahwa salah satu kekhawatiran pengguna kendaraan listrik adalah ketersediaan tempat pengisian daya, terutama ketika melakukan perjalanan jauh. Karena itu, PLN terus memperluas infrastruktur SPKLU agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan pengisian daya. Saat ini, terdapat 145 unit SPKLU di 116 lokasi di Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya kami memberikan kenyamanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik,” ujar Rizky.

Selain memperkuat infrastruktur, PLN juga menghadirkan kemudahan melalui aplikasi PLN Mobile yang dilengkapi fitur Trip Planner. Melalui fitur ini, pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh, kebutuhan pengisian daya, serta mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang rute perjalanan.

PLN Mobile juga menyediakan fitur AntreEV yang memungkinkan pelanggan memantau kondisi antrean pengisian daya secara real time dan mengakses layanan antrean digital pada SPKLU yang mendukung fitur tersebut. Inovasi ini dihadirkan untuk membantu pelanggan mengatur perjalanan dan mengurangi ketidakpastian waktu tunggu saat melakukan pengisian daya.

“Melalui PLN Mobile, pelanggan dapat mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang perjalanan sekaligus memanfaatkan berbagai fitur pendukung pengisian daya. Kami ingin memastikan pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Utara berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur dan kualitas pelayanan, sehingga masyarakat semakin nyaman dan percaya diri menggunakan kendaraan listrik, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jauh,” tambah Rizky.

Sementara itu, Ali Masykur Musa menegaskan bahwa pengalaman dan masukan pelanggan seperti yang disampaikan Rudy menjadi perhatian penting bagi PLN dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Menurutnya, pertumbuhan kendaraan listrik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengisian daya serta peningkatan kualitas pelayanan yang mengutamakan kenyamanan, kemudahan, dan keamanan pengguna.

“Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah yang utama. PLN harus terus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin nyaman dan tidak ragu menggunakan kendaraan listrik. Pertumbuhan kendaraan listrik juga harus terus diperhatikan agar pengembangan SPKLU dapat berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ali Masykur.

Ia menambahkan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik menjadi bagian penting dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus mendorong penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

“Kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya kita membangun ekosistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga untuk menjaga kualitas lingkungan dan kehidupan anak cucu kita pada masa mendatang,” tambahnya.

Melalui dialog langsung dengan pelanggan, PLN memperoleh masukan mengenai kebutuhan nyata pengguna kendaraan listrik di lapangan. Hal ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, menghadirkan kemudahan akses pengisian daya, serta memberikan pengalaman berkendara yang semakin nyaman bagi masyarakat.

PLN berkomitmen memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan infrastruktur SPKLU, inovasi layanan digital, dan peningkatan kualitas pelayanan pelanggan. Dengan dukungan tersebut, PLN berharap semakin banyak masyarakat yang percaya diri beralih menggunakan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (F7/Net)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Our site uses cookies. Learn more about our use of cookies: cookie policy