DPRD Medan Apresiasi Bobby Nasution Tembak Mati Begal

Penulis: Tim NetNews.co.id

Medan, NetNews.co.id – Maraknya aksi geng motor (gemot) dan begal yang melakukan tindakan kriminalitas pencurian kendaraan bermotor, membuat masyarakat Kota Medan dan sekitarnya resah saat melintas dijalanan. Sebab, banyak pengguna jalanan yang mengendarai sepeda motor, khususnya pada malam hari menjadi target atau sasaran geng motor yang membawa senjata tajam (sajam). Tak pandang usia, baik remaja hingga dewasa pun menjadi sasarannya (begal).

Gerah dengan kasus kejahatan yang memakan banyak korban tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Daniel Pinem pun angkat bicara saat dikonfirmasi oleh awak media Rubrikrakyat.co.id melalui telepon selulernya, jumat (14/7/2023)

Saat melihat adanya pemberitaan mengenai perintah Wali kota Medan untuk menembak mati para begal sadis yang beraksi dijalanan kepada pihak Kepolisian beberapa waktu lalu, Politisi Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan ini pun mengaku sangat mengapresiasi hal tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi sikap tegas dari pak Wali Kota, Bobby Nasution yang memerintahkan Polrestabes Medan dan Polres Belawan agar bersikap tegas untuk menembak mati begal. Saat ini, bukan masyarakat saja yang takut keluar malam. Saya juga sekarang ngerih-ngerih sedap kalau pulang malam,” katanya.

Daniel Pinem menambahkan, kepada pihak Kepolisian untuk rutin melakukan patroli pada malam hari dan tetap siaga dengan aksi kejahatan yang sedang marak dan dianggap sebagai citra buruk bagi Kota Medan saat ini.

“Kita minta agar Polrestabes Medan dan Polres Belawan hingga jajarannya ke Polsek-Polsek tetap siaga untuk patroli malam. Selain itu, kita minta juga kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan agar menghidupkan seluruh lampu jalan dan CCTV. Jika anggaran tidak mencukupi, sebaiknya diajukan untuk perubahan anggaran tahun 2023 ini. Jadi, daerah yang benar-benar rawan segera dipasang CCTV dan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU),” tegasnya.

Dihimbau kepada masyarakat Kota Medan, lanjut Daniel Pinem, khususnya bagi orang tua agar memperhatikan aktivitas anak-anaknya yang berbeda dari sebelumnya. Ia juga meminta kepada masyarakat juga jangan melakukan pembiaran jika ada gerak-gerik remaja yang mencurigakan.

“Terutama bagi orangtua supaya lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat pada kegiatan-kegiatan yang negatif, seperti ikut-ikutan geng motor dan begal hingga terjerumus ke pengguna narkoba. Untuk masyarakat yang bertetangga juga harus perhatikan lingkungan sekitarnya. Jika ada aktivitas yang mencurigakan jangan takut untuk melapor. Sekarang saatnya kita sama-sama hentikan tindak kriminalitas dan perangi narkoba (war on drugs). Untuk masyarakat Kota Medan, tetap berhati-hati melintasi jalanan malam hari,” pesannya.

Sesuai yang dikatakan Wali kota Medan di ruang Paripurna saat Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke-433 tahun beberapa waktu lalu, sambungnya, jika ingin perang terhadap narkoba, sebaiknya pemerintah hingga penegak hukum dan masyarakat saling bekerjasama untuk itu.

“Sebenarnya perang terhadap narkoba itu bukan hanya tugas Polisi dan pemerintah saja, termasuk kita sebagai masyarakat harus sama-sama mencegah penyebaran narkoba. Bukan hanya melakukan tindakan tegas kepada pelaku kriminalitas saja, pihak Kepolisian juga harus menindak tegas narkoba itu. Jika dilihat, kemungkinan besarnya prilaku remaja yang terlibat sebagai pelaku begal, geng motor dan tawuran itu karena dampak dari penggunaan narkoba,” ungkapnya. (Tim/Net)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Our site uses cookies. Learn more about our use of cookies: cookie policy