Tim: Netnews
Jakarta, Netnews.co.id – Dalam konteks setelah perhelatan pemilihan umum (Pemilu) Indonesia kembali menekankan pentingnya politik yang santun dan damai melalui sebuah webinar bertajuk “Politik Santun: Mari Kampanyekan Damai Pasca Pemilu”.
Webinar ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Ditjen IKP Kemenkominfo RI) berkolaborasi dengan Komisi I Dewan Perwaklian Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) didukung oleh berbagai kalangan yang peduli terhadap stabilitas politik dan perdamaian di tanah air.
Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri, Indonesia telah melakukan sejumlah pemilihan umum sejak era reformasi. Meskipun proses demokratisasi telah berkembang pesat, namun tidak dapat dipungkiri bahwa adakalanya proses tersebut diwarnai oleh gesekan dan ketegangan antar pendukung berbagai pihak politik.
Salah satu contoh kasus yang menggugah kesadaran akan pentingnya politik yang santun dan damai adalah peristiwa konflik pasca-Pemilu 2019.
Ketegangan politik saat itu memuncak dalam bentuk kerusuhan di beberapa daerah, mengakibatkan kerugian material dan nyawa. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen masyarakat bahwa politik yang konstruktif adalah kunci untuk menjaga kedamaian dan kestabilan negara.
Anggota Komisi I DPR RI H. Anton Sukartono Suratto, M.Si mengatakan bahwa sebaran informasi terkait Pemilu 2024 tercatat lebih dari 1.325 konten dan lebih dari 198 konten hoaks, yang mana temuan hoaks terbanyak salah satunya ditemukan di platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.
“Kita sudah melewati berbagai tahapan pemilihan umum (Pemilu) di tahun ini, tahun 2024 dengan ikut berpartisipasi aktif menggunakan hak pilih kita kepada calon presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD.
“Tentunya harapannya, lahir pemimpin bangsa dan legislator yang benar-benar amanah, mengayomi rakyatnya, dan menebar kecintaan kepada semua warga Indonesia,”ucap Anggota Komisi I DPR RI H. Anton Sukartono Suratto, M.Si, selasa (19/03/2024) kepada tim Netnews.co.id
Dijelaskan Anton. Webinar ini bertujuan untuk menyadarkan seluruh elemen masyarakat akan pentingnya berpolitik dengan cara yang santun dan beradab.
“Melalui diskusi interaktif dan berbagai paparan dari pakar politik dan tokoh masyarakat, peserta diharapkan dapat memahami bahwa perbedaan pendapat dalam politik adalah hal yang lumrah, namun harus diungkapkan dengan cara yang tidak merugikan pihak lain dan mengancam kedamaian,”Harapnya.
Lebih jauh, Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si selaku Akademisi dan Pegiat Literasi Digital menyampaikan bahwa pengguna internet di Indonesia ini sudah sangat besar sekali. Sebanyak 80% penduduk Indonesia sudah menggunakan internet, atau sekitar 221,5 juta orang yang menggunakan internet.
“Dengan jumlah pengguna sebanyak itu kita berharap seluruh aktivitas kita di berbagai sektor kehidupan ini sudah terpaut dengan digitalisasi. Sehingga dengan potensi sebesar itu diharapkan kita mampu mengkampanyekan Damai Pasca-Pemilu 2024,”kata Siswadi.
Siswadi berharap Webinar “Politik Santun: Mari Kampanyekan Damai Pasca Pemilu” diharapkan dapat menjadi momentum untuk menggalang komitmen bersama dalam menjaga stabilitas politik pasca-Pemilu.
“Partisipasi dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk pemimpin politik, aktivis, dan mahasiswa, sangat diharapkan untuk memperkuat pesan perdamaian dan rekonsiliasi di tengah keberagaman politik,”harap Akademisi dan Pegiat Literasi Digital, itu.
Sementara itu, Ari Hardianto, MA selaku praktisi Program Campaign Manager Network for Education Watch (New Indonesia) yang juga Dosen STIT Al Amin menyampaikan bahwa setiap pemilu paling tidak menghadapi 3 tantangan pasca-pemilu, yaitu adalah keterbelahan masyarakat, ketatnya persaingan dan adanya dampak terhadap kebijakan baru.
“Tantangan ini harus segera bisa kita ubah menjadi peluang dan kekuatan agar kita mampu menjalankan kehidupan bermasyarakat itu dengan lebih mengedepankan rasionalitas,”Sebut Ari Hardianto.
Acara ini diadakan secara virtual pada tanggal 19 Maret 2024 pukul 16.00 WIB dan dapat diakses melalui platform Zoom dan live streaming Youtube yang telah disediakan.
Mari bersama-sama kita kampanyekan politik yang santun dan damai untuk masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. (Tim/Net)