Kewirausahaan Sosial dan Dampaknya Dalam Mengatasi Kemiskinan

Tim: Netnews

Jakarta, Netnews.co.id – Dalam rangka membahas peran kewirausahaan sosial dalam mengatasi masalah kemiskinan, sebuah forum diskusi publik diadakan di Jakarta pada tanggal 21 Maret 2024.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Direktoran Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Ditjen IKP Kemenkominfo RI) bekerjasama dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Acara yang dihadiri oleh peserta dari Kabupaten Bogor ini dilaksanakan secara hibrid, dengan menggabungkan partisipasi secara daring melalui platform Zoom.

Forum diskusi ini menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI, H. Anton Sukartono Suratto, M.Si, sebagai pembuka acara dan memberikan keynote speech. Dalam keynote speech-nya, Beliau menyoroti masalah pengangguran dan kualitas tenaga kerja di Indonesia yang masih menjadi persoalan serius, serta dampaknya terhadap tingginya tingkat kemiskinan di negara ini.

Peningkatan indeks pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu solusi yang diusulkan oleh Beliau untuk mengisi persaingan tenaga kerja terdidik dan terlatih. Salah satu konsep yang diangkat dalam menjawab tantangan ini adalah kewirausahaan sosial atau social entrepreneurship.

Naila Fitria selaku founder serve Indonesia berpendapat bahwa masalah kemiskinan tidak terlepas dari masalah ekonomi lainnya, yaitu ketimpangan pendapatan. Ada relasi yang kuat antara kemiskinan, ketimpangan, dan juga pertumbuhan ekonomi.

“Menekan angka kemiskinan dan ketimpangan pendapatan, pemerintah dapat menjalankan strategi kebijakan yang mendukung kesejahteraan penduduk miskin. Kemiskinan dan ketimpangan pendapatan adalah masalah sosial yang harus diselesaikan dan ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat sipil. “Kegagalan” dalam menyelesaikan permasalahan sosial tidak hanya dialami oleh pemerintah, tetapi juga mitra pemerintah, yaitu sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil,” Sebut Naila.

Kewirausahaan sosial merupakan gabungan dari kemasyarakatan dan kewirausahaan, di mana seseorang menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam hal ini, seorang social entrepreneur berperan sebagai agen perubahan yang berinovasi dan terus belajar untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Dalam konteks era digital saat ini, kewirausahaan sosial dapat memanfaatkan teknologi internet untuk mengembangkan bisnis yang terkait dengan nilai-nilai sosial. Hal ini memungkinkan penyelesaian masalah sosial yang semakin kompleks dengan pendekatan bisnis yang berkelanjutan.

Sementara dalam sambutan, Sarjono selaku Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Sosial, Dit. Infokom PMK, Kementerian Kominfo mengatakan bahwa kemiskinan ini menjadi masalah besar di Indonesia. Masih banyak saudara-saudara kita yang masih di bawah garis kemiskinan. Kita menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah ditambah dengan dampak pandemi yang masih belum sepenuhnya terkendali.

“Berdasarkan data BPS bulan Maret 2023 jumlah individu yang hidup dalam kondisi kemiskinan Indonesia mencapai 25,9 juta orang atau sekitar 9,4% dari total populasi. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana jumlah kemiskinan mencapai 26,4 juta orang,” ungkap Sarjono.

Forum diskusi ini menjadi momentum untuk menggali lebih dalam peran kewirausahaan sosial dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Peserta dari Kabupaten Bogor, yang merupakan bagian integral dari masyarakat Indonesia, turut serta dalam diskusi ini untuk berkontribusi dalam mencari solusi bagi masalah kemiskinan di tingkat lokal.

Melalui interaksi antara pembicara dan peserta, diharapkan akan lahir pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi kewirausahaan sosial dalam mengatasi tantangan sosial yang dihadapi oleh bangsa ini. (Tim/Net)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Our site uses cookies. Learn more about our use of cookies: cookie policy