Tim: Netnews
Sumbar, Netnews.co.id – Bencana yang menimpa sejumlah wilayah di Sumatera Barat menyisakan duka yang mendalam. Puluhan orang meninggal jadi korban keganasan banjir lahar dingin, masih banyak warga dinyatakan hilang, hingga ribuan orang harus mengungsi akibat banjir dan tanah longsor.
Dilansir dari voaindonesia.com, Selasa (14/5/2024) malam, jumlah korban tewas meningkat menjadi sedikitnya 50 orang dan lebih dari 3.000 orang telah dievakuasi, kata pihak berwenang.
Sementara itu, hujan lebat diperkirakan akan turun hingga pekan depan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, saat meninjau daerah-daerah yang terdampak mengatakan.
“Data sementara mencatat ada 50 yang meninggal dunia. Tentu saja ini akan bertambah terus dengan adanya korban yang hilang ditemukan meninggal, dan ada lagi mayat yang ditemukan.”
Hujan deras, Sabtu (11/05/2024) malam, memicu banjir bandang, tanah longsor dan aliran lahar dingin, campuran abu vulkanik, pecahan batu dan air yang seperti lumpur, di tiga kabupaten di provinsi Sumatra Barat.
“Dari seluruh Sumatra Barat, yang paling besar jumlah korbannya adalah di Kabupaten Tanah Datar, ada 24 yang meninggal, 17 masih hilang. Kami akan terus berusaha mencari yang hilang, mudah-mudahan bisa ditemukan semua sampai batas waktu pencarian maksimal,” tambah Suharyanto.
Hingga Selasa (14/05/2024), 3.396 orang telah dievakuasi ke bangunan-bangunan terdekat, kata Suharyanto dalam sebuah pernyataan.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia Dwikorita Karnawati menambahkan bahwa hujan lebat di provinsi Sumatera Barat diperkirakan masih akan berlanjut hingga pekan depan. (Tim/Net)