Labura, NetNews.co.id – Polsek Kualuh Hulu tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh WSL, istri sah dari PPS, seorang pimpinan salah satu partai politik di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Korban, SY, merupakan mantan istri siri dari PPS.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (20/08/2024) sekitar pukul 09.15 WIB. Menurut rekaman CCTV, pelaku WSL mendatangi korban yang sedang menggendong bayinya dan langsung melakukan tindakan kekerasan fisik. Rekaman menunjukkan WSL menindih dan mencekik SY di depan kamar, hingga anak korban yang masih berusia 7 bulan terlepas dari gendongannya. Setelah dugaan penganiayaan berlangsung selama sekitar 5 menit, WSL meninggalkan tempat kejadian dengan sepeda motor.
Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Nelson Silalahi, SH, MH, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang dalam proses mengumpulkan dua alat bukti dan akan menginterogasi dua saksi pada Sabtu (24/08/2024). Kapolsek menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani dengan serius sesuai hukum yang berlaku.
Ironisnya, WSL yang diduga melakukan tindakan ini, diketahui adalah pimpinan di sebuah yayasan pendidikan bernuansa Islami di Kabupaten Labura. Tindakan yang disangkakan ini sangat bertolak belakang dengan profesi yang diembannya, yang semestinya menjadi teladan bagi masyarakat.
Korban, SY, telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Kualuh Hulu pada Rabu (21/08/2024) dengan didampingi oleh awak media. Proses hukum diharapkan dapat berjalan dengan adil dan transparan untuk mengungkap kebenaran dari kasus ini. (Sulaiman Sitorus)