Tim: Netnews
Indragiri Hulu, Netnews.co.id – Sebagai bagian dari komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, terus mengembangkan inisiatif peternakan ayam kampung. Program ini sejalan dengan arahan percepatan dari Kementerian Hukum dan HAM di bidang pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas II B Rengat, Ridar Firdaus Ginting, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan prioritas pemerintah dalam rangka mendorong kemandirian dan pemberdayaan warga binaan.
“Program peternakan ini bukan hanya sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga bagian dari program akselerasi yang digagas oleh Kementerian Hukum dan HAM,” ujarnya.
Sebagai bentuk pengembangan lebih lanjut, pada Selasa (5/11/2024) Rutan Rengat menerima dan melepas sebanyak 500 ekor anak ayam kampung. Pelepasan ini dipimpin langsung oleh Ridar Firdaus Ginting bersama sejumlah pejabat penting lainnya, termasuk Kasubsi Pelayanan Tahanan, Kasubsi Pengelolaan, dan Kepala Pengamanan Rutan (Ka.KPR).
Ridar menambahkan bahwa meskipun kegiatan peternakan ayam kampung ini bukan hal baru di Rutan Rengat, perluasan dan peningkatan kapasitas program menjadi fokus utama untuk memastikan kualitas hasil produksi.
“Peternakan ayam kampung ini sudah berjalan lama, namun kami terus mengupayakan pengembangan agar hasilnya semakin baik dan bermanfaat,” katanya.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari pelatihan keterampilan bagi para warga binaan. Dengan keterampilan beternak yang mereka peroleh, diharapkan setelah bebas dari masa pidana, para mantan warga binaan dapat memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk membuka usaha sendiri maupun berkontribusi dalam masyarakat.
“Kami berharap bahwa kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi warga binaan, terutama dalam hal pengetahuan dan keterampilan yang dapat mereka aplikasikan di luar penjara. Kami ingin saat mereka bebas nanti, mereka memiliki keahlian yang berguna untuk masa depan mereka,” tutur Ridar menutup pernyataannya.
Melalui program ini, Rutan Rengat tidak hanya berperan dalam upaya ketahanan pangan, tetapi juga dalam pembinaan warga binaan agar memiliki bekal yang memadai untuk membangun hidup yang lebih baik setelah masa hukuman berakhir. (F7/Net)