NETNEWS.CO.ID, Medan – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, suasana meriah mulai terasa di Kota Medan. Warga tampak antusias berburu berbagai hiasan khas Imlek untuk memeriahkan momen pergantian tahun. Salah satu pusat perbelanjaan yang menjadi tujuan favorit warga adalah Toko Acai Jaya, yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Medan. Toko ini dipadati pembeli yang mencari beragam dekorasi khas Imlek, terutama yang didominasi warna merah, simbol keberuntungan dalam budaya Tionghoa.
Menurut Acai, pemilik toko, ornamen ular menjadi barang yang paling banyak diminati tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari perayaan Tahun Ular berdasarkan kalender Tionghoa.
“Pengunjung tahun ini lumayan ramai. Barang yang paling banyak dibeli masyarakat adalah lampion, amplop angpao, dan bunga sakura. Karena kita menyambut Tahun Ular, ornamen-ornamen bergambar ular, seperti gantungan atau tempelan, sangat diminati,” ujar Acai, Jumat (17/01/2025).
Dikatakan Acai Salah satu inovasi yang diperkenalkan Toko Acai Jaya tahun ini adalah lampion elektrik. Lampion ini hadir dalam sekitar 40 model baru dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga yang mencapai tinggi 1,8 meter.
“Lampion elektrik tahun ini memang paling banyak kami datangkan. Harganya bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp3 juta, tergantung ukuran dan modelnya,” jelas Acai.
Lampion sendiri merupakan elemen wajib dalam dekorasi Imlek. Tradisi memasang lampion tidak pernah lekang oleh waktu, sehingga lampion, baik yang berbahan kertas, kain, maupun elektrik—selalu menjadi incaran warga setiap tahunnya.
Selain lampion, amplop angpao juga menjadi barang yang paling dicari. Amplop berwarna merah ini digunakan dalam tradisi Tionghoa untuk membagikan uang kepada keluarga atau kerabat sebagai simbol keberuntungan.
“Tahun ini, amplop angpao bergambar ular paling diminati. Harganya bervariasi, mulai dari Rp1.500 hingga Rp20 ribu per lembar, tergantung bahan dan kualitasnya. Untuk yang berbahan kain sutra, harganya lebih mahal,” kata Acai.
Permintaan lain yang tak kalah tinggi adalah pohon sakura. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Acai menggandeng pelaku UMKM lokal dalam proses pembuatannya.
“Pohon sakura banyak dicari untuk mempercantik dekorasi rumah. Kami bekerja sama dengan UMKM untuk merangkai pohon-pohon ini, mulai dari yang tingginya 30 cm hingga tiga meter. Batangnya asli dari kayu, sementara bunga-bunganya dirangkai oleh para pelaku UMKM,” paparnya.
Acai menambahkan bahwa warna dan ukuran pohon sakura dapat disesuaikan dengan permintaan pembeli, sehingga setiap pohon memiliki karakteristik unik yang mempercantik ruangan.
Toko Acai Jaya mulai ramai dikunjungi pembeli sejak Desember lalu. Menurut Acai, pelanggan tidak hanya berasal dari Kota Medan, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Utara, seperti Tebing Tinggi, Siantar, Kisaran, Tanjung Balai, Berastagi, Lubukpakam, dan Binjai.
“Setiap tahun, pelanggan dari berbagai daerah di Sumatera Utara datang ke sini. Mereka sudah tahu kualitas dan variasi barang yang kami sediakan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Katerin (23), mengaku sengaja mampir ke Toko Acai Jaya bersama kakaknya untuk mencari ornamen bergambar ular.
“Kami langganan belanja di sini karena dekat rumah. Tahun ini, saya cari stiker ular untuk dipasang di pintu masuk rumah. Harapannya, semoga tahun depan membawa keberuntungan dan kebahagiaan,” kata Katerin.
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, warga Medan terus mempersiapkan dekorasi terbaik untuk menyambut tahun yang penuh harapan. Semangat kebersamaan dan tradisi tetap terjaga, mempertegas kekayaan budaya Tionghoa yang kental di Kota Medan. (F7/Net)