NETNEWS.CO.ID, LABUSEL – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kotapinang terus menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat dengan menjalin kerja sama bersama berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kelurahan Kotapinang.
Ketua KKMP Kotapinang, Anas Efendi Harahap, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut menjadi bagian dari program kerja koperasi untuk memperluas manfaat ekonomi bagi warga, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Salah satu program unggulan yang segera direalisasikan adalah pembukaan gerai sembako murah dan Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai outlet milik masyarakat. Program ini akan dibina langsung oleh Perum Bulog, BUMN yang memiliki visi menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan pokok di daerah.
“Gerai sembako murah dan RPK ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membuka lapangan kerja baru di Kelurahan Kotapinang,” ujar Anas.
Selain itu, KKMP juga akan membuka gerai makanan dan minuman sehat melalui kerja sama dengan ID FOOD, holding BUMN yang ditugaskan pemerintah untuk memperkuat ekosistem pangan nasional. Melalui kemitraan ini, masyarakat Kotapinang akan mendapatkan akses terhadap berbagai produk pangan sehat, mulai dari bahan pokok hingga sumber protein hewani.
Tak hanya di sektor pangan, KKMP juga menjajaki kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai produsen pupuk terbesar di tanah air. Melalui kemitraan ini, KKMP diharapkan dapat menjadi mitra penyalur pupuk subsidi dan non-subsidi guna memastikan ketersediaan serta distribusi pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran bagi petani di wilayah Kotapinang.
Di sektor peternakan, KKMP turut berinovasi dengan menggagas budidaya lebah madu jenis stingless bee (lebah tanpa sengat). Program ini dilakukan melalui komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan PT Lonsum, perusahaan perkebunan karet yang memiliki ribuan hektare lahan di Kecamatan Kotapinang.
“Kerja sama ini bersifat saling menguntungkan dan ramah lingkungan. Karyawan kebun tetap bisa bekerja seperti biasa, sementara keberadaan lebah madu akan membantu proses penyerbukan pohon karet sehingga meningkatkan produktivitas tanaman,” jelas Anas.
Dalam mengembangkan usaha budidaya lebah madu tersebut, KKMP menggandeng Kelompok Tani Hutan (KTH) Fitorajo Bee Farm, yang selama ini aktif dalam edukasi dan pelatihan peternakan lebah madu.
Ketua KTH Fitorajo Bee Farm, Fitorajo, menyambut positif langkah KKMP Kotapinang tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra koperasi dalam memberikan pendampingan, pelatihan, hingga membantu pemasaran produk madu hasil budidaya KKMP.
“Kami tidak melihat KKMP sebagai pesaing, melainkan mitra yang sama-sama ingin mengembangkan potensi madu lokal. Kami siap mendukung dengan pelatihan dan penjualan produk hasil panen mereka,” ujar Fitorajo, sabtu (11/10/2025) siang.
Lebih lanjut, Fitorajo menambahkan bahwa pengembangan budidaya lebah madu juga memiliki manfaat sosial yang besar. Menurutnya, peningkatan konsumsi madu di masyarakat, terutama bagi ibu hamil, dapat membantu mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
“Dengan ketersediaan madu yang cukup dan kebiasaan minum madu di masyarakat, kami optimistis angka stunting dapat ditekan,” tandasnya. (Zr)