Jelang Keputusan Sengketa Pilkada Labura, Kantor Bawaslu Sumut Dipenuhi Karangan Bunga Berisi Pesan Kritik

Medan, NetNews.co.id – Menjelang keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) terkait sengketa hasil Pilkada yang dilaporkan oleh pasangan bakal calon Ahmad Rizal-Darno, kantor Bawaslu Sumatera Utara di Medan dipenuhi karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat. Unggahan video di media sosial menunjukkan papan bunga berisi pesan-pesan kritis yang meminta Bawaslu teliti dalam mengambil keputusan.

Sebuah unggahan di Instagram menampilkan tiga papan bunga yang dikirim oleh Masyarakat Pemerhati Demokrasi, Masyarakat Pemerhati Pemilu, serta netizen yang menggunakan identitas “warga +62”. Dalam video tersebut, perekam menyebutkan bahwa karangan bunga tersebut berisi kritik dan pesan kepada Bawaslu Labura serta Bawaslu Sumut untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait sengketa Pilkada.

Salah satu karangan bunga dari Masyarakat Pemerhati Pemilu bertuliskan, “Sengketa Pilkada Labura tak selesai, Bawaslu Sumut diminta atensinya.” Sementara itu, papan bunga dari Masyarakat Pemerhati Demokrasi juga berpesan, “Bawaslu Labura harus teliti dan hati-hati dalam mengambil keputusan.”

Menariknya, papan bunga dari netizen atau warga +62 menyisipkan pesan dalam bentuk pantun:
“Batang sagu dicampur pepaya, pepaya ditanam di atas tanah.
Bawaslu Labura hati-hati mengambil keputusan, nanti masyarakat resah dan tidak percaya.”

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi pasti mengenai identitas pengirim papan bunga tersebut.

Ketika dikonfirmasi oleh media melalui pesan WhatsApp, Koordinator Divisi Humas dan Data Informasi Bawaslu Sumut, Saut Boangmanalu, tampak enggan memberikan tanggapan terkait karangan bunga yang diterima. “Video apa itu, bang?” jawabnya singkat saat ditanya mengenai kiriman papan bunga.

Proses pengambilan keputusan Bawaslu Labura saat ini menjadi sorotan publik, mengingat sengketa Pilkada Labura yang tengah diproses. Publik berharap Bawaslu dapat memberikan keputusan yang transparan dan adil agar kepercayaan terhadap proses demokrasi tetap terjaga.

(Sulaiman Sitorus)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Our site uses cookies. Learn more about our use of cookies: cookie policy