NETNEWS.CO.ID, MEDAN – Tim Operasi SAR Nasional yang dikoordinasikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan berhasil menemukan korban pada peristiwa kecelakaan kapal berupa sampan tenggelam di Sungai Sei Belawan, Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Korban ditemukan pada hari kedua pelaksanaan Operasi SAR dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) mengatakan bahwa pencarian dilanjutkan sejak pagi hari dengan mengerahkan seluruh potensi SAR sesuai rencana operasi yang telah disusun.
“Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Sei Belawan dengan mengoptimalkan metode pencarian melalui jalur air serta pemanfaatan peralatan pendukung pencarian. Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur SAR, korban berhasil ditemukan sehingga operasi dapat diselesaikan sesuai target,” ujar Hery Marantika.
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, sampan yang digunakan korban bersama seorang rekannya mengalami kebocoran pada saat memancing ikan hingga tenggelam di Sungai Sei Belawan, Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Rekan korhasil berenang menyelamatkan diri namun korban hilang terseret arus sungai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan segera mengerahkan Tim Rescue menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan Operasi SAR bersama unsur SAR gabungan.
Memasuki hari kedua operasi, Selasa (4/8), Tim SAR Gabungan memulai pencarian pada pukul 07.30 WIB dengan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet serta didukung peralatan pencarian seperti Aqua Eye, drone, dan peralatan water rescue.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika pada pukul 07.30 WIB, korban atas nama Alif Samgunawan (20) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian awal (LKP).
Dalam pelaksanaan operasi digunakan sejumlah peralatan, di antaranya Rescue Car Double Cabin, Aqua Eye, drone, peralatan komunikasi, peralatan medis, peralatan water rescue, APD personel, serta kantong jenazah.
“Dengan ditemukannya korban dan telah diserahkannya kepada pihak keluarga, Operasi SAR resmi kami tutup. Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, perangkat desa, serta masyarakat yang telah bersinergi selama proses pencarian. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Operasi SAR sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan baik.” Tambahnya.
Di akhir keterangannya, Hery juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas di sungai maupun perairan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan alat keselamatan saat beraktivitas di perairan, memastikan kondisi cuaca dalam keadaan aman, serta tidak memaksakan diri berlayar apabila kondisi sungai atau cuaca berpotensi membahayakan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di perairan.”
Dengan berakhirnya operasi ini, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dan berada dalam kondisi siaga untuk menghadapi potensi keadaan darurat berikutnya. (F7/Net)