Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro Dorong Daya Saing UMKM Danau Toba

NETNEWS.CO.ID, Tapanuli Utara – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Danau Toba semakin diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Dalam ajang bertajuk Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang digelar di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (25/7), sebanyak 8.375 pelaku UMKM difasilitasi untuk memperoleh kemudahan perizinan usaha, akses legalitas, dan pembiayaan.

Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berdaya saing. Dalam kegiatan yang didukung oleh 21 kementerian/lembaga tersebut, pelaku usaha dibantu memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, izin PIRT, hingga akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Lewat festival ini, kita dorong percepatan legalisasi UMKM agar mereka bisa naik kelas. Ini bentuk nyata kolaborasi antar lembaga yang memiliki kewenangan dalam perizinan dan sertifikasi,” kata Menteri Maman.

Ia menambahkan bahwa pemberdayaan UMKM di kawasan Danau Toba bukan tanpa alasan. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional, berkontribusi terhadap 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 96 persen tenaga kerja nasional. Namun, sebagian besar masih beroperasi di sektor informal.

“Tugas pemerintah saat ini adalah mendorong agar UMKM informal bisa masuk ke sektor formal. Festival ini adalah salah satu langkah konkret yang kita tempuh,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga ditandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Usaha Mikro dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual serta Badan Pembinaan Hukum Nasional Kemenkumham. Kerja sama ini mencakup penyuluhan hukum, bantuan hukum, dan penguatan hak kekayaan intelektual (HAKI) bagi UMKM.

Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, dalam sambutannya menekankan pentingnya legalitas dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro.

“Ada dua aspek utama yang harus dimiliki UMKM: badan usaha dan kepemilikan merek. Keduanya akan mendukung akses pembiayaan serta memberi nilai ekonomi yang bisa dilindungi secara hukum,” kata Supratman.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyambut baik pelaksanaan festival ini. Menurutnya, Sumut saat ini memiliki sekitar 870 ribu pelaku UMKM, namun baru 3 persen yang memiliki NIB, 7,77 persen yang memperoleh akses pembiayaan, dan hanya 19 persen yang sudah memanfaatkan teknologi digital.

“Ini menjadi momentum penting untuk mendorong UMKM kita naik kelas dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana arahan Presiden,” ujar Bobby.

Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga. Ia menyebut kawasan Danau Toba sebagai salah satu lumbung UMKM nasional, namun mayoritas masih bergerak di sektor informal.

“Contohnya pengusaha kacang sihobo yang terkenal sampai mancanegara, tapi banyak yang belum punya legalitas. Dengan festival ini, perizinan dipermudah dan mereka bisa mengakses pembiayaan untuk berkembang,” jelas Lamhot.

Ia optimistis, dengan dukungan konkret seperti ini, UMKM di Danau Toba akan mampu memperluas pasar, meningkatkan kapasitas produksi, dan bertransformasi dari usaha kecil menjadi menengah, bahkan besar. (F7/Net)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Our site uses cookies. Learn more about our use of cookies: cookie policy