Gempa Tektonik Magnitudo 4,5 Guncang Kabupaten Simeulue, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

NETNEWS.CO.ID, SIMEULUE – Kabupaten Simeulue, Aceh, dan wilayah sekitarnya diguncang gempabumi tektonik pada Minggu malam (7/6/2026). Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempabumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo 4,5.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Dr. Hendro Nugroho, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,49° Lintang Utara dan 96,15° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi sekitar 24 kilometer sebelah barat Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh. Gempa terjadi pada kedalaman 11 kilometer dan tercatat pada hari Minggu, 7 Juni 2026 pukul 20.06.08 WIB.

Menurut hasil analisis BMKG, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini termasuk dalam kategori gempabumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan pada zona Megathrust di wilayah perairan barat Aceh. Aktivitas tektonik di kawasan tersebut memang dikenal cukup aktif karena berada di jalur pertemuan lempeng yang dapat memicu terjadinya gempabumi.

Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Simeulue dengan skala intensitas II–III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada tingkat intensitas ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah oleh sebagian orang. Beberapa warga melaporkan merasakan guncangan seperti adanya kendaraan berat atau truk besar yang melintas di sekitar tempat tinggal mereka.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa yang diakibatkan oleh peristiwa gempabumi tersebut. BMKG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kondisi di lapangan tetap aman dan terkendali.

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 20.38 WIB menunjukkan bahwa belum terdeteksi adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kendati demikian, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu merasa panik, serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.

Dr. Hendro Nugroho mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya. Informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sering kali menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat, terutama setelah terjadinya gempabumi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan informasi kebencanaan hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Masyarakat dapat mengakses informasi terbaru melalui media sosial resmi BMKG, website resmi BMKG, sistem peringatan dini InaTEWS, kanal Telegram resmi BMKG, maupun aplikasi mobile InfoBMKG dan WRS-BMKG yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS.

Dengan tersedianya berbagai kanal informasi resmi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya mengenai perkembangan aktivitas gempabumi maupun potensi bencana lainnya.

BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Aceh dan sekitarnya. Apabila terdapat perkembangan signifikan terkait aktivitas gempabumi ini, informasi terbaru akan segera disampaikan kepada masyarakat melalui kanal resmi BMKG. (F7/Net)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Our site uses cookies. Learn more about our use of cookies: cookie policy