Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, Warga Medan Berhamburan Selamatkan Diri

NETNEWS.CO.ID, MEDAN – Suasana tenang di Jalan Prof HM Yamin, Gang Lurah No. 66, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, mendadak berubah mencekam pada Rabu (25/02/2026). Kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi, melahap sebuah rumah warga dan memicu kepanikan hebat di tengah permukiman padat tersebut.

Rumah milik Zahri Iskandar Hasibuan (56), seorang wiraswasta, menjadi sasaran amukan si jago merah. Dalam hitungan menit, api membesar tak terkendali, menjilat dinding dan atap rumah, sementara asap hitam pekat membubung ke langit, terlihat dari kejauhan.

Warga yang rumahnya berdempetan dengan lokasi kejadian sontak panik. Teriakan histeris pecah di antara sempitnya gang. Mereka berhamburan keluar, sebagian berusaha menyelamatkan anak-anak dan orang tua, sebagian lagi nekat masuk kembali untuk mengangkat barang berharga seadanya sebelum api merambat semakin luas.

Informasi pertama datang dari Kepala Lingkungan, Sintia Imadaya, yang melihat kobaran api mulai membesar dan langsung melaporkannya kepada aparat kewilayahan. Namun saat bantuan dipanggil, api sudah terlanjur menguasai bangunan.

Satu unit rumah beserta seluruh isinya hangus tak bersisa. Perabotan, pakaian, hingga kenangan bertahun-tahun lenyap dalam sekejap. Kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta. Beruntung, dalam peristiwa yang nyaris merembet ke rumah lain itu, tidak ada korban jiwa.

Fahmi Reza Pratama Hasibuan (25), anak pemilik rumah, tak kuasa menahan keterkejutannya saat tiba di lokasi sepulang kerja.

“Saya pulang dan rumah sudah terbakar. Api sudah besar, warga ramai di luar. Rasanya seperti mimpi buruk. Tidak lama kemudian empat unit mobil pemadam kebakaran datang dan langsung berusaha memadamkan api agar tidak merambat,” ujarnya dengan suara bergetar.

Empat unit mobil pemadam kebakaran berjibaku di tengah kepanikan warga. Semburan air diarahkan ke pusat api yang terus mengamuk. Petugas bekerja tanpa henti, berpacu dengan waktu demi menyelamatkan rumah-rumah lain yang hanya berjarak beberapa meter.

Setelah upaya intensif dan menegangkan, api akhirnya berhasil dijinakkan. Situasi berangsur kondusif, menyisakan puing-puing hangus dan aroma asap yang masih menyengat.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus listrik. Babinsa yang berada di lokasi mengimbau warga agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Segera laporkan kepada aparat setempat apabila terjadi peristiwa serupa agar penanganan bisa cepat dilakukan,” ujarnya. (Net)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Our site uses cookies. Learn more about our use of cookies: cookie policy